Tampilkan postingan dengan label detikfinance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label detikfinance. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 September 2012

Ingin Berinvestasi Jangka Panjang? Simak 10 Tips Ini

Angga Aliya - detikfinance

Jakarta - Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjadi investor, baik itu jangka pendek maupun panjang untuk mendapatkan hasil terbaiknya. Semua tergantung dari target dan kepuasan yang anda dapat.

Jika anda tidak suka bertransaksi tiap hari dan lebih suka menunggu hasil investasi dengan sabar, maka sebaiknya anda menjadi investor jangka panjang. Meski tidak ada aturan khusus untuk menjadi investor jangka panjang, tapi setidaknya ada pakem yang bisa anda ikuti.

Seperti dikutip dari Investopedia, Jumat (31/08/2012), berikut adalah beberapa tips dengan konsep fundamental yang harus diketahui oleh investor jangka panjang:

Tips Jual Rumah Cepat dengan Harga Tinggi



Angga Aliya - detikfinance
Jakarta - Jika anda berniat menjual rumah dengan cepat, caranya mudah, tinggal turunkan saja harganya rumah anda akan laku dalam tempo singkat. Tapi, apakah akan lebih baik jika anda menjualnya dengan cepat tapi dengan harga yang tinggi juga?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menarik perhatian pembeli tanpa harus menurunkan harga rumah anda. Beberapa tips di bawah ini, seperti dikutip dari investopedia, Jumat (31/08/2012), bisa memberi anda cara cepat mendapatkan pembeli dengan harga bersaing.


1. Buat rumah anda berbeda dengan lingkungan sekitar

Dalam upaya menarik pembeli dan membuat rumah anda mudah diingat, pertimbangkanlah untuk merombak rumah itu supaya tidak mirip dengan rumah lain di lingkungan sekitar anda. Anda bisa lakukan ini dengan merombak taman, jendela atau atap.


Renovasi ini bisa mempercantik penampilan rumah, sekaligus memberi nilai tambah. Setiap renovasi yang dilakukan tidak perlu mengeluarkan dana tinggi, cukup dengan warna dan desain yang mencolok sehingga bisa merangsang minat beli orang lain.

Selain itu, renovasi itu juga harus melengkapi rumah dan fasilitas lainnya, seperti membangun dek atau teras berdekatan dengan kolam renang. Akan tetapi, jangan sampai anda melakukan renovasi berlebihan karena tujuannya meningkatkan harga jual, bukan menghamburkan uang anda.

Sebelum anda melakukan renovasi, ada baiknya melakukan riset terlebih dahulu, lalu pastikan uang anda akan dipakai hanya untuk perlengkapan yang bisa memberi nilai tambah tanpa menjadi beban keuangan.

2. Rapikan barang-barang yang tidak terpakai

Sangat penting untuk menyingkirkan barang-barang tidak terpakai di rumah, selain menghilangkan kesan jorok, calon pembeli juga akan merasa rumah anda lebih luas. Ada baiknya juga singkirkan beberapa furnitur dan mebel yang sudah terlihat tua, juga beberapa foto keluarga dan barang-barang pribadi.

3. Permanis tawaran anda

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menarik perhatian calon pembeli adalah 'mempermanis' tawaran anda. Contohnya, dengan memberikan garansi untuk beberapa peralatan rumah tangga dalam satu tahun ke depan.

Misalnya, anda setuju untuk meninggalkan pendingin ruangan (air conditioner/AC) di rumah yang akan dijual, anda bisa memberikan garansi satu tahun. Jadi, jika dalam satu tahun pembelian rumah AC tersebut rusak maka anda harus memperbaiki, tapi jika ternyata baik-baik saja maka itu sudah menjadi pemanis tawaran anda.

Pembeli potensial akan merasa lebih aman dengan adanya garansi seperti ini, karena merasa terlindungi jika terjadi sesuatu dengan alat rumah tangganya. Jangan lupa untuk menetapkan batas waktu bagi calon pembeli yang berminat, misalnya satu sampai dua minggu supaya kelihatan kalau rumah anda banyak yang berminat.

4. Percantik taman dan jalan masuk ke rumah anda

Penjual rumah seringkali mengabaikan betapa pentingnya jalan masuk dan suasana taman sekitar rumah yang akan dijual. Padahal, jalan masuk ini menjadi pandangan pertama bagi calon pembeli. Apakah pembeli bisa langsung jatuh cinta atau malah benci pada rumah tersebut awalnya dari sini.

Jalan masuk dan taman di depan rumah ini bisa dipercantik dengan beberapa kaleng cat, semak-semak sebagai pagar hidup dan rumput yang rapih terawat. Dalam sebuah properti, penampilan adalah yang utama. Selalu usahakan kesan pertama calon pembeli benar-benar tak terlupakan


5. Siapkan agar rumah anda dalam kondisi siap diisi

Estetika itu memang penting, tapi jangan lupakan juga pentingnya kondisi pintu, peralatan dapur, listrik dan ledeng dalam kondisi yang baik dan siap untuk ditinggali oleh pemilik baru. Sekali lagi, idenya adalah untuk memiliki rumah yang siap diisi sehingga mereka punya kesan siap pindah kapan saja ke rumah tersebut untuk menikmati rumah barunya, daripada harus menunggu anda mengosongkan rumah.

6. Tetapkan harga yang tepat

Terlepas dari seberapa baik anda merenovasi dan mempercantik rumah, harga rumah yang tepat merupakan yang paling utama. Anda bisa berkonsultasi dengan agen properti setempat, membaca koran dan berselancar di situs online real estate untuk melihat rata-rata harga rumah di lingkungan sekitar anda.

Bukan ide yang baik jika anda memberikan harga yang ternyata menjadi paling murah di lingkungan sekitar, apalagi jika beberapa renovasi telah dilakukan. Tapi, jangan sampai harga yang anda tetapkan malah kelewat mahal, jauh lebih tinggi dari harga rata-rata pasaran.

Berpikirlah seperti pembeli, dengan demikian anda akan tahu kisaran harga yang tepat untuk rumah anda. Minta pendapat dari teman, saudara atau agen properti profesional.




Minggu, 24 Juni 2012

11 Tips Memulai Bisnis Rumah Kontrakan

Angga Aliya - detikfinance

Jakarta - Beberapa orang membeli sebuah properti tidak hanya untuk ditinggali, tetapi untuk dijadikan investasi. Hal ini tidak terbatas hanya untuk mereka yang profesional, tetapi anda yang amatir juga bisa meraup untung dari properti milik anda.

Tapi, jalan menuju keberhasilan dalam meraup untung lewat properti butuh kerja keras, apalagi untuk pemula. Memiliki properti untuk disewakan merupakan tugas berat yang bahkan bisa merugikan jika anda tidak bisa mengelolanya dengan. Di bawah ini ada beberapa tips, seperti dilansir dari Investopedia, Kamis (21/6/2012), yang bisa membantu anda memilih properti yang akan anda beli untuk disewakan kembali:

1. Memulai Pencarian

Dalam mencari properti yang akan anda beli untuk disewakan kembali, anda bisa meminta bantuan agen properti profesional atau lakukan sendiri saja juga tidak masalah. Biasanya, akan ada tekanan yang tidak perlu jika bantuan jasa agen jika terlalu lama mengambil keputusan. Yang paling penting anda harus melakukan pendekatan terhadap seluruh properti dan lingkungan yang kira-kira sesuai dengan keinginan anda.

Cakupan daerah target properti anda bergantung pada apakah anda berniat mengurusnya sendiri atau menyewa orang lain. Jika anda berniat mengurus properti sewa itu sendiri, sebaiknya lokasi properti tersebut tidak jauh dari rumah tinggal anda. Jika anda berniat untuk menyewa orang lain untuk mengurusnya, lokasi tidak jadi masalah.

2. Lingkungan

Kualitas lingkungan akan menentukan sifat dan jenis calon penyewa properti anda. Contohnya, jika anda membeli rumah di dekat universitas, kesempatan untuk mendapatkan penyewa seorang mahasiswa akan lebih tinggi. Apabila dekat mal atau perkantoran, jenis penyewa biasanya lebih ke tipe karyawan atau karyawati.

3. Sekolah

Penyewa properti anda mungkin berniat untuk punya anak, jadi mereka butuh tempat yang dekat dengan sekolahan. Saat anda sudah menemukan rumah yang dekat dengan sekolah, cek kembali kualitas sekolah tersebut karena akan mempengaruhi harga sewa yang anda patok. Jika ternyata sekolah tersebut punya reputasi yang tidak terlalu baik, maka tidak akan terlalu berpengaruh pada biaya sewa yang anda tentukan.

4. Tingkat kejahatan

Tidak ada orang yang mau tinggal di lingkungan dengan tingkat kejahatan tinggi. Pergilah ke kantor polisi terdekat atau berselancarlah di dunia maya untuk mencari data statistik tingkat kejahatan terkini mengenai tempat yang akan menjadi lokasi properti anda. Hal ini lebih efektif daripada bertanya langsung kepada si penjual rumah.

5. Lapangan kerja

dengan perkantoran, apalagi dengan tingkat kebutuhan sumber daya manusia yang tinggi, maupun banyak lowongan kerja, akan menarik lebih banyak calon penyewa. Untuk mencari tahu mengenai hal ini, anda bisa melihat data Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi, lalu bandingkan dengan rata-rata pertumbuhan manusianya.

Anda juga bisa memantau rencana ekspansi perusahaan-perusahaan besar. Jika anda tahu sebuah perusahaan akan membuat kantor atau pabrik baru di satu lokasi, membuka sewa rumah atau apartemen di dekat tempat tersebut akan sangat menguntungkan.

6.Sarana umum

Anda harus mengecek sarana-sarana umum yang tersedia di sebuah lingkungan, baik yang sudah berdiri maupun yang masih dalam tahap pengembangan. Sarana-sarana ini seperti taman umum, mal, bioskop, transportasi publik. Ada banyak penyewa di lokasi ramai seperti ini.

7. Arah pertumbuhan kota

Perhatikan juga arah pertumbuhan kota. Pantau berita-berita mengenai rencana pengembangan kota yang disampaikan oleh pemerintah setempat. Jika di satu daerah mulai dibangun apartemen, kantor-kantor atau mal, bisa jadi ini merupakan daerah dengan potensi pengembangan yang baik.

8. Harga sewa

Menentukan harga sewa bagi properti anda sangat penting, baik itu sebuah rumah, kantor, maupun gudang. Jadi, anda harus tahu terlebih dahulu harga sewa rata-rata jenis properti tersebut di lingkungan sekitar. Sebelum membeli, anda harus buat hitung-hitung terlebih dahulu. Jika ternyata harga sewa tidak cukup menutupi cicilan, pajak dan pengeluaran lainnya, lebih baik anda cari lokasi lain. Cari tahu juga mengenai rencana pengembangan lokasi tersebut dalam lima tahun ke depan, hal ini akan mempengaruhi kenaikan harga sewa properti anda setiap tahunnya.

9. Faktor bencana alam

Asuransi akan menjadi pengeluaran yang sia-sia jika anda tidak mengetahui latar belakang lokasi tempat properti sewaan anda. Jadi sangatlah penting untuk mengetahui riwayat bencana alam di lokasi tersebut. Jika area tersebut pernah terkena gempa bumi, banjir atau lain sebagainya, memasang asuransi adalah pilihan yang tepat.

10. Kumpulkan Informasi

Seringlah mengobrol dengan para penyewa maupun pemilik di lingkungan yang bersangkutan. Para penyewa biasanya lebih jujur dan terbuka mengenai aspek-aspek negatif yang ada di sebuah rumah beserta lingkungannya. Sering-sering juga mengunjungi lokasi yang sudah anda incar, beda haridan beda waktu, supaya bisa kelihatan dengan jelas perkembangan dan kelakuan masyarakar sekitar dan lingkungannya.

11. Jenis Properti

Secara umum, jenis investasi properti terbaik yang biasa dilakukan oleh adalah menyewakan rumah atau apartemen. Banyak pasangan muda atau remaja yang baru lulus kuliah biasanya mencari jenis properti seperti ini untuk disewa dalam memulai hidupnya. Jika anda punya sebuah apartemen maka tidak perlu direpotkan oleh segala macam perawatan karena tinggal bayar dan akan diurus oleh pengelola gedung. Namun, jika anda punya sebuah rumah yang akan disewakan, biasanya anda harus terjun langsung untuk segala urusan perawatannya.

Akan tetapi rumah mungil yang lengkap dengan dua kamar tidur biasanya lebih menarik perhatian, terutama para pasangan baru menikah. Lagipula, menyewakan rumah kepada dua orang yang baru menikah berarti secara finansial keduanya sudah mapan dan kecil kemungkinan untuk menunggak uang sewa bulanan.

Kesimpulan

Setiap provinsi punya kota yang bagus, setiap kota punya lingkungan yang bagus pula, begitu juga setiap lingkungan punya properti yang bagus. Tapi anda butuh banyak kerja keras dan riset untuk bisa menelusuri tiga unsur tersebut.

Ketika anda akhirnya menemukan properti untuk disewakan kembali, nilailah secara wajar dan persiapkan keuangan anda sesehat mungkin. Sehingga anda tidak akan putus asa mengharapkan properti tersebut cepat menghasilkan uang, tetapi biarkanlah berjalan sampai matang.

8 Kesalahan Saat Berburu Rumah

Angga Aliya - detikfinance

Jakarta - Membeli sebuah rumah adalah proses yang cukup rumit karena melibatkan perasaan kita terhadap sebuah hunian yang akan kita tinggali tersebut. Jika anda tidak bisa mengesampingkan emosi, anda bisa terjebak dalam kesalahan yang biasa dilakukan orang dalam membeli rumah.

Membeli rumah yang tepat tidak bisa menggunakan perasaan saja, tentu anda ingin rumah yang nyaman dan aman, tetapi bukan berarti harus mengesampingkan akal sehat dan pikiran rasional anda. Apakah anda ingin tinggal di rumah yang nyaman dan aman, tetapi harganya jauh di atas kemampuan anda?

Itulah kenapa sangat penting anda mengesampingkan emosi dalam perburuan rumah, sehingga anda bisa mengambil keputusan dengan masuk akal dan serasional mungkin.

Seperti dilansir dari investopedia, Jumat (22/06/2012), terdapat delapan kesalahan yang umumnya dilakukan orang saat membeli rumah. Dengan menghindari kesalahan ini, anda bisa menemukan rumah impian dengan mudah.

Kesalahan 1: Jatuh cinta kepada rumah yang harganya lebih mahal dari kemampuan

Sekali anda jatuh cinta pada sebuah rumah, susah sekali melupakannya. Anda akan terus membayangkan betapa indahnya menjalani hidup di rumah tersebut, ditambah adanya pagar tanaman, bak mandi air panas, peralatan dapur modern dan lain lain.

Akan tetapi, jika anda tidak atai belum mampu membeli rumah seperti itu, anda hanya akan menyakiti diri sendiri hanya dengan membayangkannya. Untuk menghindari khayalan seperti ini, sebaiknya sejak awal mulai mencari rumah yang harganya tidak jauh-jauh dari kemampuan dompet anda.

Mulailah dengan rumah-rumah yang sangat murah, jika akhirnya anda kurang puas akan rumah-rumah seperti ini anda bisa sedikit menaikkan standarnya. Setelah anda menemukan rumah yang pas, tidak perlu mencari yang lebih mahal lagi.

Harus anda ingat, ketika anda membeli sebuah rumah Rp 10 juta lebih mahal, bukan saja harganya yang membutuhkan uang lebih, tetapi juga ada pengeluaran ekstra seperti bunga cicilan per bulan. Jika anda punya uang lebih seperti itu, lebih baik dananya dialihkan ke keperluan lain.

Kesalahan 2: Berasumsi tidak ada lagi rumah yang lebih baik

Kecuali anda orang kaya yang mencari rumah mewah, kemungkinan untuk mendapatkan rumah impian memang sangat kecil. Tapi, bukan berarti tidak ada rumah yang lebih baik lagi di luar sana. Jangan terjebak dengan asumsi bahwa rumah yang anda temui adalah yang paling sempurna.

Jika anda sudah punya daftar rumah yang akan dibeli, salah satunya pasti ada yang sesuai dengan selera. Jika memang rumah yang anda beli belum sesuai keinginan, anda bisa melakukan sedikit renovasi sebelum pindah ke rumah tersebut. Berhati-hatilah dalam memilih rumah, jangan tergesa-gesa, supaya anda bisa mendapatkan rumah impian anda.

Kesalahan 3: Putus as

Ketika anda sudah menghabiskan banyak waktu berusaha mendapatkan rumah yang tepat, tapi belum juga ketemu, atau bahkan lebih buruknya lagi, anda sudah menemukan rumah itu tapi harganya jauh diatas kemampuan finansial. Hal seperti ini bisa membuat anda putus asa.

Jika sudah putus asa, biasanya orang akan langsung membeli rumah lain yang tersedia, meski dalam hatinya tidak terlalu menyukai rumah tersebut. Anda jangan terjebak dalam situasi seperti ini, karena tinggal di rumah yang tidak anda sukai akan berujung kepada banyak masalah.

Ada kemungkinan anda tidak akan betah tinggal lama di rumah tersebut, dan begitu punya dana yang cukup, anda pasti ingin pindah ke rumah baru, dan ini menjadi pemborosan. Ada baiknya jika anda menunggu sedikit lebih lama demi rumah idaman, daripada tergesa-gesa mengambil rumah yang ada karena putus asa.

Kesalahan 4: Mengabaikan kelemahan-kelemahan kecil

Setelah membahas tiga kesalahan di atas, anda biasanya mengabaikan kekurangan-kekurangan kecil yang ada di rumah atau bagian dari rumah tersebut. Sebaiknya anda perhatikan detail rumah anda ini, apakah ada kekurangan yang bisa diperbaiki atau tidak, apakah biaya perbaikan mahal atau tidak.

Pertimbangkan hal ini sebelum anda berkomitmen membeli rumah. Jika memang ternyata kelemahan-kelemahan ini akan merepotkan dan butuh biaya tinggi, sebaiknya anda mencari rumah lain saja. Tak perlu khawatir, masih banyak rumah diproduksi setiap bulannya.

Kesalahan 5: Terlalu percaya diri bisa memperbaiki rumah sendiri

Jika rumah baru anda perlu perbaikan atau renovasi, janganlah terlalu percaya diri untuk melakukan renovasi sendirian. Jangan sampai anda terlalu pede dan membeli peralatan renovasi setelah mau memulai baru anda sadari ternyata tidak semudah itu, akhirnya terpaksa menyewa profesional. Hal seperti ini akan membuang waktu dan uang anda. Jika dari awal anda memutuskan untuk menyewa ahli untuk renovasi, biayanya tidak akan terlalu tinggi.

Kesalahan 6: Terlalu cepat menawar

Dalam situasi pasar yang sedang tinggi, yaitu saat permintan rumah tinggi sementara pasokan minim, mungkin anda tidak perlu banyak tawar-menawar dan segera ambil rumah impian anda. Akan tetapi, dengan cara itu anda harus bisa mengambil keputusan dengan cepat sekaligus merasa rumah tersebut adalah tepat untuk anda.

Jangan abaikan poin-poin penting, seperti memastikan lingkungannya aman di malam dan siang hari, bisa juga menyelidiki masalah kebisingan seperti rel kereta terdekat. Jika memang harus mengambil keputusan dengan cepat, setidaknya anda bisa minta waktu satu malam untuk memikirkan keputusan tersebut.

Bagaimana anda tidur semalam dan perasaan anda saat bangun pagi untuk membeli rumah tersebut bisa menjadi pertimbangan. Mengambil waktu satu hari juga sudah lebih dari cukup untuk melakukan riset terhadap harga pasaran rumah tersebut.

Kesalahan 7: Tergesa-gesa dalam mengambil keputusan

Memang cukup sulit untuk memastikan anda mengambil keputusan yang seimbang tapi menyita terlalu banyak waktu. Kehilangan rumah yang sudah siap anda beli karena tawaran orang lain lebih menggiurkan bisa memilukan.

Tapi bukan berarti anda harus tergesa-gesa juga untuk mengambil keputusan. Semakin banyak waktu dan energi yang anda keluarkan untuk mencari rumah, biasanya hasilnya lebih memuaskan. Anda tidak perlu terus-terusan berkonsentrasi dalam mencari rumah idaman anda sampai lupa pada pekerjaan sendiri. Padahal pekerjaan anda lebih penting, karena sumber dana cicilan rumah tersebut nantinya berasal dari penghasilan anda.

Kesalahan 8: Membayar lebih tinggi dari harga pasaran

Jika anda sudah menemukan rumah pilihan tapi ternyata banyak orang yang berminat, anda bisa dengan mudah terjebak dalam perang harga, atau mencoba menghindari perang harga dengan menawar sangat tinggi sejak awal. Ada beberapa masalah dari masalah ini.

Pertama, tentu saja, anda akan membayar lebih tinggi dari harga pasar yang diikuti dengan cicilan dan bunga yang lebih besar lagi. Akhirnya, anda harus mengeluarkan uang lebih besar dari budget yang sudah disiapkan.

Kedua, jika nanti anda berniat menjual rumah tersebut, harganya akan jauh lebih rendah karena dari awal sudah terlalu tinggi di atas rata-rata harga pasar. Sebaiknya, anda pastikan kisaran harga rumah tersebut yang masuk akal, dengan melihat lokasi dan rumah-rumah lain sekitarnya.

Kesimpulan
Memang sangat normal jika emosi kita selalu ikut serta dalam penilaian sebuah rumah. Tapi, membeli rumah adalah sebuah keputusan yang besar, itulah kenapa akal sehat dan pikiran rasional kita harus dilibatkan supaya anda tidak membuat keputusan yang salah. Jangan terburu-buru, pastikan emosi tidak terlalu mendominasi, sehingga keputusan membeli rumah cukup masuk akal bagi perasaan dan keuangan anda.

Ini Jurus Sederhana Agar Bisnis Terus Tumbuh

Tung Desem Waringin - detikfinance

Jakarta - Memiliki usaha atau perusahaan yang terus tumbuh dan bisa bersaing dengan kompetitor, merupakan keinginan para wirausahawan.

Berikut ini gagasan sederhana dari pakar marketing Tung Desem Waringin, soal bagaimana nilai tambah akan membuat perusahaan Anda terus berkembang dan dapat bertahan di bandingkan perusahaan kompetitor.

Menurut Tung hal ini telah di buktikan dan diterapkan oleh perusahaan-perusahaan besar di dunia seperti Jhonson n Jhonson.

Berikut ulasan singkat Tung Desem:

Dalam bisnis ini kita harus selalu mempunyai nilai tambah, sebetulnya nilai tambah itu secara garis besar di bagi tiga. Anda hanya bisa ambil dua, jarang sekali Anda bisa tiga tiganya.

Ini saya ambil dan belajar dari Michael Tracy bagaimana "Double Digit Growth". Ini buku yang sangat bagus dan bagaimana kita tumbuh dua kali lipat.

Beliau cerita tentang IBM dan perusahaan yang tumbuhnya cuma dua sekian persen tapi ada juga yang 11% dan 20%, dan terus tumbuh.

Dan ada Jhonson n Jhonson yang tumbuh selama 59 tahun bisnisnya terus tumbuh dan tumbuh terus. Dan saya pun masih terus harus belajar, disini dikatakan oleh Michael Tracy ada tiga keunggulan bisnis.

Ketiga keuntungan bisnis dalam membuat nilai tambah tersebut adalah :

1. Murah, Anda dengan biaya operasional yang paling efektif dan efisien Anda bisa mendapat harga yang murah. Bisa seperti toko buku saya, satu keunggulannya adalah murah, parkir gratis dan segala macam yang lainnya.

2. Unggul dalam mutu produk-produk Anda, dahsyat luar biasa , mutunya lebih baik di banding yang lain.

3. Servis atau pelayanannya, Hanya tiga menurut dia dan servis itu termasuk kecepatan.

Semoga bermanfaat, Saya Tung Desem Waringin mengucapkan salam dahsyat!

8 Tips Berhemat Hingga Rp 1 Juta Setiap Bulan

Metta Pranata - detikfinance
Jakarta - Sering merasa 'tongpes' tiap akhir bulan? Bingung harus menghemat pengeluaran yang mana lagi? Mungkin justru karena Anda tidak sadar bahwa pengeluaran remeh-remeh itulah yang termasuk boros. Pengeluaran untuk belanja makanan atau jajan berkontribusi besar dalam anggaran Anda setiap bulannya.

Dengan membuat rencana belanja yang matang, membuat keputusan cerdas dan mengubah beberapa kebiasaan, Anda bisa menghemat hingga Rp 1 juta setiap bulannya. Berikut ini ada 8 tips berhemat yang mungkin bisa Anda ikuti dengan mudah, seperti dilansir dari DailyFinance (22/6/2012):

1. Jangan jajan kopi tiap hari

Buat kopi sendiri di rumah atau kantor maka Anda hanya perlu mengeluarkan Rp 100.000-350.000 per bulan. Bandingkan jika Anda setiap hari membeli satu atau dua gelas kopi di gerai seperti Starbuck. Jika segelasnya berkisar Rp 30.000-60.000 maka pengeluaran jajan kopi Anda setiap bulan bisa mencapai Rp 1 juta lebih.

2.Bawa botol minum sendiri
Daripada setiap hari beli air mineral atau air oksigen di minimarket seharga Rp 3.000-10.000, bawa botol minum sendiri yang bisa diisi ulang di rumah dan kantor. Atau kalau mau sedikit repot sekaligus 'investasi', beli alat filter air yang bisa mengubah air ledeng jadi air minum. Ini juga bisa menghemat pengeluaran membeli galon air mineral. Cara ini bisa menghemat hingga Rp 800.000 per bulan.

3. Beli yang sedang musim
Saat belanja bahan makanan atau buah, perhatikan waktunya. Cari yang sedang musimnya supaya dapat harga lebih murah.

4. Jangan buang-buang makanan

Ingatlah masa kadaluarsa setiap bahan makanan yang Anda beli. Ratusan ribu uang bisa terbuang percuma jika sayur, daging dan bahan makanan lain terlanjur rusak sebelum Anda sempat memasaknya. Menurut Natural Resources Defense Council, rata-rata warga Amerika membuang makanan senilai US$ 40 (Rp 380.000) atau setara 15 kg setiap bulannya.

5. Beli ukuran besar

Hati-hati dengan produk-produk berkemasan praktis. Memang lebih mudah jika beli snack dalam kemasan kecil. Tidak memenuhi ruang di tas. Tapi kepraktisan ini mengenakan biaya lebih mahal, sekitar 40% dari harga bahan baku. Lebih baik beli kemasan reguler atau ukuran jumbo, lalu Anda bagi-bagi sendiri ke porsi lebih kecil menggunakan wadah yang bisa dipakai berulang kali.

6. Jangan lihat merek

Coba beralih ke merek yang lebih murah atau lirik produk keluaran swalayannya. Menurut studi dari Private Label Manufacturers Association, selama enam minggu konsumen bisa menghemat 33% uang belanja reguler jika tidak memilih produk bermerek langganannya. Persentase ini setara dengan penghematan hingga Rp 300,000 per bulannya.

7. Hindari Makanan Beku

Mungkin Anda kira dengan membeli makanan beku yang bisa dimasak berkali-kali dalam waktu lama akan lebih hemat. Tapi tetap saja, ternyata membuat masakan dari bahan baku segar lebih murah. Dan lebih sehat tentunya.

8. Manfaatkan kupon diskon

Tak ada yang salah dengan kupon diskon karena memang Anda bisa menghemat lumayan banyak. Tidak perlu malu menggunakannya karena ternyata yang paling banyak menggunakan kupon diskon adalah golongan menengah atas.

6 Tips Supaya Dapat Gaji Layak

Metta Pranata - detikfinance



Jakarta - Apakah Anda sering merasa tidak mendapat kompensasi layak dibanding beratnya tanggung jawab yang Anda pikul? Berapa gaji yang sesuai untuk kemampuan dan jabatan Anda? Teknik negosiasi dan kemampuan asertif mudah dipelajari dengan ikut kursus atau membaca buku.

Tapi jika Anda ditampuk sebagai pemberi komando atau pimpinan, Anda harus percaya betul kalau Anda layak mendapat gaji yang sesuai. Tanpa keyakinan itu, Anda kekurangan motivasi untuk berdiri tegar dan kepercayaan diri untuk meyakinkan orang lain.

Sayangnya, banyak wanita yang cenderung menilai dirinya lebih rendah dari seharusnya. Mereka memberikan waktu dan kemampuannya secara gratis atau di harga standar karena tidak percaya kalau mereka sebenarnya bernilai lebih mahal. Apresiasi yang kurang terhadap diri sendiri ini berdampak pada perolehan gaji di bawah kelayakan Anda.

Menurut Barbara Stanny - penulis buku Secrets of Six-Figure Woman dan Overcoming Underearning, ratusan wanita karir bergaji tinggi yang pernah diwawancarainya mengaku kerap mempertanyakan nilai dirinya sendiri. Memang penting, tapi mereka tidak membiarkan hal ini jadi penghambat.

Sebaliknya, wanita-wanita ini mengembangkan kepercayaan diri dengan terus mendorong dirinya untuk bisa melakukan lebih, meminta apa sepantasnya mereka terima dan berani bilang tidak ketika diperlukan. Padahal mereka juga bergelut dengan rasa takut, ragu terhadap diri sendiri, jantung berdegup kencang dan lutut lemas.

Ingin punya uang lebih banyak karena Anda rasa layak mendapatkannya? Praktikkan 6 tips dari Barbara Stanny berikut ini, seperti dilansir dari Forbes.com (30/5/2012):

1. Berpikir besar,lalu lebih jauh dan besar lagi



Apa yang mayoritas kita lakukan adalah membatasi pendapatan dengan menurunkan ekspektasi kita. Apalagi wanita. Idenya adalah merubah pola pikir menjadi, apa imbalan yang layak untuk jasa Anda? Jangan hanya mengasumsikan apa atau berapa yang pasar mampu sediakan.

2. Riset sebelum tawar menawar

Salah satu kesalahan terburuk yang kerap dibuat wanita adalah memilih angka yang terlalu rendah. Wanita pintar akan mencari nilai mereka di pasaran dengan meriset kisaran gaji rata-rata. Lalu mereka akan minta lebih tinggi dari yang ditawarkan supaya bisa punya ruang lebih banyak untuk 'bermanuver'.

3. Inisiatif

Tunjukkan bukti-bukti nyata tentang apa yang bisa Anda berikan. Mungkin Anda dulu pernah menyelamatkan mantan perusahaan dari kehilangan sekian ratus juta rupiah atau pernah menelurkan ide yang berhasil melipatgandakan penjualan. Setiap Anda mengemban tanggung jawab yang lebih berat, sukses menuntaskan sebuah tangangan, menciptakan perubahan positif, simpanlah bukti-bukti tersebut. Dokumentasi itu jadi bukti efektif untuk mendemonstrasikan nilai Anda terhadap sebuah organisasi.

4. 'Hipnotis' diri sendiri

Sihir diri Anda dengan pernyataan positif yang diekspresikan seolah-olah hal itu sudah terjadi. Sebagai contoh, “Saya yakin bisa meminta apa yang saya mau.” “Saya layak mendapat uang lebih banyak dalam hidup saya.” Tulis dan bacalah kalimat ini sesering mungkin.

5. Cari tantangan di area baru

Kejadian di salah satu aspek hidup punya efek domino pada aspek lainnya. Jika Anda merasa tidak sanggup terjun mengerjakan sebuah tugas berat atau minta kenaikan gaji, coba daftar kursus seni atau olahraga ekstrim. Apa pun yang belum pernah Anda coba dan memaksa Anda keluar dari zona nyaman. Hal ini bisa membantu Anda membangun kepercayaan diri dan penghargaan diri sendiri.

6. Bersikap seperti Anda memang layak mendapatkannya

Minta gaji tinggi memang butuh keberanian luar biasa. Dan sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah cukup berani untuk melakukannya. Tapi bukan berarti Anda bisa menutupi bahwa Anda memang menginginkannya. Bahkan orang-orang yang bergaji tinggi itu sering meragukan 'harga' diri mereka yang sebenarnya. Tapi bagi dunia luar, mereka tampak tidak kenal takut. Itulah kuncinya. Saat Anda bersikap seperti layak mendapatkan gaji sebesar itu, otomatis orang lain juga terpengaruh dan percaya bahwa Anda layak.

Senin, 04 Juni 2012

Bagaimana Menimbang Risiko dalam Memulai Bisnis?

Tung Desem Waringin - detikfinance


Jakarta - Pengusaha kawakan Bob Sadino pernah memberikan kiat sederhana bagi seorang pemula yang ingin memulai bisnis. Ternyata kuncinya sangat simple, namun pelaksanaanya tak mudah.

Menurut Bob banyak orang akhirnya tak memulai-mulai usaha walaupun sudah memiliki modal uang. Menurutnya setidaknya ada tiga hal penghalang utama seseorang memulai usaha, yaitu terlalu banyak rencana, menunggu moment yang pas, dan takut menghadapi risiko bisnis.

Terkait dengan risiko, menurutnya bisnis hanya bisa dijalankan bila ada keberanian menerima risiko. Intinya yang paling penting, hilangkan rasa takut, jangan takut. Seseorang tidak mungkin memulai bisnis bila dia tidak memiliki kemauan yang kuat, tekad, berani mengambil peluang, tahan banting, dan tidak lupa untuk bersyukur dan ikhlas.

Terkait hal tadi, berikut ini ulasan singkat mengenai menakar risiko bagi pemula untuk memulai bisnis. Kali ini motivator marketing ternama Tung Desem Waringin mencoba memberikan poin-poin penting bagi anda yang ingin memulai bisnis.

Bagaimana menimbang risiko dalam memulai bisnis?

Dalam memulai suatu Bisnis, yang paling menghambat seseorang bukan modal ataupun ilmu tetapi adalah rasa takut menghadapi risiko. Apabila kita mau memulai bisnis harus belajar yang namanya menimbang risiko, dimana kita dapat tahu dan menilai berapa besar resiko yang akan kita hadapi ketika memulai bisnis tersebut.

Sering kali seseorang ingin memulai bisnis, yang menghambat mereka bukan karena kurang ilmunya, pengetahuan, atau bahkan kurang modal, melainkan rasa takut. Rasa takut yang menghambat mereka untuk memulai bisnis, kalau kita mau mulai belajar bisnis alangkah baiknya kita mengenal satu yang namanya 'risiko'.

Risiko dengan beresiko adalah berbeda, Perbedaan risiko dan berisiko adalah risiko ada 2 unsur, yaitu: pertama besar kecil kemungkinan terjadinya, yang kedua adalah besar kecil akibatnya, bisa itu positif atau negatif.

Sedangkan berisiko apabila kita sudah menimbang risikonya, yaitu besar kecil kemungkinan terjadinya besar kecil akibat negative dan positifnya. Ternyata risikonya tidak bisa kita terima, berarti bisnis tersebut beresiko.

Mari kita tes dengan angka, misalnya Anda mulai bisnis dengan kemungkinan berhasil 1:9. Maksudnya adalah Anda bisnis 10 kali berhasilnya cuma sekali, yang kesepuluh bangkrut. Kira-kira Anda mau atau tidak? Tentu saja Anda berbicara tidak mau, Kenapa tidak mau? Karena Anda merasa kemungkinan gagalnya jauh lebih besar dan Anda tidak mau terjadi hal seperti itu. Anda lupa menimbang apa yang perlu Anda timbang? Yaitu besar kecilnya akibatnya kalau terjadi.

Misalnya begini, kalau bisnis Anda gagal, Anda cuma bayar satu, tetapi kalau berhasil Anda dapat 50 kali. Mari sekarang kita hitung lagi, saya ulangi sekali lagi. Kalau Anda tidak berhasil efeknya paling buruk Anda bayarnya cuma satu.Tetapi sekali berhasil Anda dapat 50 risikonya, bisa Anda terima.

Mari kita hitung usaha Anda, 10 kali berhasilnya cuma 1. Berarti Anda gagalnya 9 kali dan Anda bayar satu, satu saja. Tetapi kalau Anda berhasil dapatnya 50 kira-kira mau tidak? Jawabannya sudah pasti Mau, berapa kali. Anda pasti mau sebanyak-banyaknya bisnis dengan kemungkinan berhasil 10 persen. Karena kalau sekali berhasil Anda dapat 50 kali lipat di banding kalau Anda gagal sekali. Sekarang ketika mulai bisnis kita akan selalu menimbang akan hal ini.

Kemungkinan berhasilnya berapa persen dan kemudian yang kedua adalah akibatnya apa? Kalau saya berhasil saya dapat apa? Tetapi kalau saya tidak berhasil saya bayar berapa. Berarti tergantung juga satu unsur lagi dari kondisi keuangan Anda.

Kalau kondisi keuangan Anda hari ini misalnya 20, Anda mainnya berapa? Misalnya Anda mainnya dua,dua,dua. Atau Anda mainnya satu,satu. Atau mainnya sepuluh, sepuluh dan Anda cuma main dua kali saja. Kalau kemungkinan berhasilnya 1:9 atau 10 persen, Anda cuma punya uang 20 Anda harus main dan mainnya satuan saja. Misalnya Rp 20.000.000 Anda mainnya Rp 1.000.000, Rp.1.000.000. Tetapi kalau Rp 100.000.000 Anda main Rp10.000.000 ,Rp10.000.000 .

Karena rasio keberhasilannya 1:9 main 10 kali 9 kali gagal dan 1 kali berhasil. Mungkin tidak ternyata luput Anda main Rp20.000.000 dan ikut Rp 1.000.000.Kalau sampai kalah 15 kali pun tidak masalah. Begitu ke 16 kali menang dan dapat Rp50.000.000 baru seru. Dengan demikian ketika memulai bisnis Anda mulai tanya, resikonya apa.

Resiko yang paling buruk, misalnya resiko paling buruk saya kehilangan sejumlah uang sekian. Saya sudah rela, kemudian kemungkinan berhasilnya 50:50. Dan kalau saya berhasil dapatnya 'Lima kali lipat'.Yang paling penting saya bisa main 3 kali sampai 4 kali. Sekali menang saya dapat 5 kali lipat.

Dengan memanage risiko seperti ini kita gali pertanyaan lagi. Misalnya, ketika mau mulai bisnis, akibatnya kalau saya bisnis ini saya kehilangan Rp100.000.000 , dan Rp100.000.000 masih bisa saya terima. Tetapi lebih baik Anda tanya lagi supaya kalau Rp 1.000.000 kemungkinan risikonya jauh lebih kecil. Ini bisa tidak pakai istilah bagi hasil. Tidak harus keluar modal terlebih dahulu, modalnya bisa dari orang lain terlebih dahulu atau dari supplier Anda.

Sehingga Anda tidak pakai modal dan kemungkinan Anda ruginya jauh lebih nol lagi karena sudah tanpa modal sama sekali. Kemudian Anda bisa 'Konsinyasi' terlebih dahulu, akibatnya kalau Anda tidak laku Anda bisa kembalikan saja.

Pertanyaan kedua supaya kemungkinan berhasilnya jauh lebih besar setelah Anda mulai menimbang risiko Anda jangan lupa tanya kedua hal ini. Karena supaya akibatnya jauh lebih kecil, bisa tidak konsinyasi dulu atau bisa tidak ada garansinya.Supaya kemungkinan untung jauh lebih besar, saya harus belajar dengan siapa. Ketika Anda menimbang seperti ini, hidup Anda akan jauh lebih berani dalam mengambil risiko. Karena resiko selalu ada dan bisa terjadi dimana-mana.

Misalnya, Bisa jadi rumah Anda di tabrak pesawat terbang dan Anda mati, mungkin tidak? Itu mungkin sekali dan pertanyaannya itu risiko dan ini kemungkinannya kecil.

Atau bisa juga saat ini jika Anda nonton ramai-ramai bersama saudara Anda mungkin tidak kemungkinannya dapat terjadi, atau risiko ini terjadi tetapi akibatnya kecil. Misalnya orang yang seruangan Anda kentut, pasti kan ada efeknya. Ya efeknya itu bau, kemungkinan terjadinya besar dan itu bisa kita abaikan. Sesuatu hal yang kita timbang ini kita tidak mampu menerimanya berarti resiko.

Anda mulai usaha dengan modal Rp 10 Miliar, duit Anda cuma Rp 2 Miliar. Yang Rp 8 Miliar Anda utang dengan cara Anda gadaikan rumah dan sebagainya, bahkan Anda hutang kepada mafia dan mafianya kejam sekali. “Awas ya saya tahu anak mu sekolah dimana kalau ada apa-apa nanti saya incar anakmu”. Kemudian Anda kerja sama dengan orang yang baru Anda kenal, dan orang tadi baru 2 bulan keluar dari penjara.

Bagi Anda bisnisnya berisiko tidak, tetapi dengan kondisi yang sama dan dengan kepemilikan hartanya lebih banyak. Misalnya Bill Gates modalnya Rp 10 Miliar kemungkinan berhasilnya hampir nol karena partnernya habis keluar dari penjara dan dia bergelut di dunia yang baru. Bagi Bill Gates itu berisiko atau tidak berisiko. Saya simpulkan kalau Anda mau bisnis atau investasi pertimbangkan risiko atau berisiko.

Kalau risikonya ada dan Anda terima kemungkinan berhasil dan bisa Anda terima. Kalau Anda kena resiko lebih kecil maka akibatnya kecil. Dan juga siapa yang bisa bantu saya saya harus joint sama siapa dan sudah Anda timbang semua ternyata masih bisa terima risiko dengan misi kekayaan Anda.

Apalagi kemungkinan kalau menang dapatnya banyak.'Why not'. Makanya saya Tung Desem Waringin saya sering buka dan tutup perusahaan karena sudah menimbang risiko, kalau tidak jadi tutup dan kalau jadi meledak lebih besar.

Semoga bermanfaat saya Tung Desem Waringin mengucapkan salam Dahsyat.

7 Tips Sukses Jadi Pengusaha Dari Milyuner AS

Metta Pranata - detikfinance


Jakarta - Darwin Deason (72 tahun) dulunya hanya anak biasa dari peternakan Arkansas yang sederhana. Selepas SMA, dengan bermodal US$ 50 dan sebuah mobil Pontiac 1949, Darwin mencari peruntungan ke kota besar di Tulsa, Oklahoma.

Darwin jadi CEO MTech di usia 29 tahun. Kemudian dia mendirikan Affiliated Computer Services (ACS) pada 1988 yang dijual ke Xerox senilai US$ 6,4 miliar di 2010. Hingga Maret 2012, nilai kekayaan Darwin mencapai US$ 1,1 miliar (Rp 10,34 triliun), menjadikan dia sebagai orang terkaya ke-390 di AS versi Forbes.

Darwin mengaku tidak iri dengan pengusaha kecil zaman sekarang. "Lebih susah jadi pengusaha sekarang karena terlalu banyak aturan pemerintah dan ketidakpastian pajak," kata ayah tiga anak ini. Tapi, bagi mereka yang berani mencoba peruntungannya, Darwin punya beberapa tips yang bisa dibagikan.

Simak ketujuh tips sukses jadi pengusaha ala Darwin Deason berikut ini, seperti dikutip dari Forbes, Kamis (31/5/2012):

1. Pilih sesuatu yang Anda suka lakukan dan tentukan jenis bisnis yang ingin Anda geluti. Darwin benci bisnis tipe toko ritel di mana Anda hanya duduk dan menunggu pembeli datang. Darwin merasa tidak bisa melakukannya. Dia harus berburu untuk berbisnis. Namun dia mengagumi pengusaha yang sukses di area itu.

2. Anda harus mau kerja sekeras mungkin supaya bisa menggapai kesuksesan. Sedikit sekali pengusaha yang sukses secara finansial, memiliki kehidupan keluarga yang sama suksesnya. Jika definisi sukses Anda adalah keluarga bahagia, menemani anak-anak bermain dan datang ke kompetisi yang diikuti mereka, jangan jadi pengusaha.

3. Gerak cepat. Hal baik akan datang bagi mereka yang sabar menunggu, tapi biasanya itu hanya sisa dari mereka yang bergerak lebih dulu.

4. Waspadalah dengan persimpangan. Saat Darwin masih 25 tahun, bos yang setingkat lebih tinggi darinya salah mengenali dan mengira dia sebagai karyawan lain bernama Bill Peyden. Sejak itu, Darwin sadar kalau ingin benar-benar sukses, dia harus jadi bos dirinya sendiri. Beberapa hari setelah kejadian itu, Darwin mengundurkan diri.

5. Pekerjakan orang yang lebih pintar dari Anda. Beri hadiah untuk pekerjaan yang sudah mereka lakukan. Karyawan tidak bisa menunjukkan performanya kalau mereka tidak tahu apa yang bisa diharapkan sebagai imbalannya.

Menurut Darwin, semua orang yang pernah kerja dengannya menentukan sendiri bayaran mereka berdasarkan gol. Bahkan petugas keamanan dan sekretarisnya. Jika karyawan Darwin sudah kerja 2 tahun tapi tidak pernah dapat bonus, maka dia tidak akan dipekerjakan lagi. Ini karena Darwin ingin karyawannya yang aktif mendapatkan bonus. Sebagai seorang salesman, Darwin terbiasa dengan insentif.

6. Selalu siapkan modal cukup di masa baik maupun buruk. Mayoritas penyebab kegagalan bisnis seorang pengusaha adalah karena kekurangan modal.

7. Putuskan, Anda mau jalan sendiri atau mengajak orang lain sebagai rekanan. Jika Anda punya rekan, usahakan sebisa mungkin memelihara kendali atas bisnis Anda.

6 Penyebab Gagalnya Bisnis Waralaba

Angga Aliya - detikfinance

Jakarta - Banyak orang menyangka berbisnis waralaba merupakan langkah pasti menuju sukses. Tapi pada kenyataannya, banyak alasan yang membuat bisnis waralaba berakhir tidak seperti yang diperkirakan.

Dalam artikel yang dikutip dari investopedia, Selasa (16/1/2012) ini, kita akan melihat beberapa pertimbangan yang bisa anda kaji sebelum terjun langsung ke bisnis waralaba.

1. Modal awal dan royalti waralaba yang cukup tinggi

Modal awal dan franchise fee bisa sangat mempengaruhi laba penyewa bisnis waralaba. Sebagai contoh, jika anda ingin membuka waralaba McDonald's, anda harus punya lokasi sendiri (sewa maupun milik), belum lagi royalti waralaba sekitar Rp 405 juta (US$ 45.000) untuk memegang hak waralaba selama 20 tahun, setelah masanya habis maka bisa diperpanjang.

Jika dihitung-hitung secara total, biaya yang anda harus keluarkan untuk membuka sebuah restoran cepat saji McDonald's berkisar antara Rp 4,5 miliar sampai Rp 14,4 miliar.

Yang paling merepotkan adalah, franchise fee yang harus disetorkan per tahun. Setiap tahun, pemegang pemegang waralaba harus menyetorkan 12,5% omzetnya ke pemilik waralaba. Jadi, berapapun omzet anda atau sebaik apapun bisnis, anda akan terus terikat dengan peraturan ini.

Ongkos sewa tahunan ini merupakan syarat paling standar dalam dunia waralaba. Bahkan, Burger King meminta tambahan 4,5% jika ongkos waralabanya mencapai Rp 450 juta, sama seperti Dunkin' Donuts yang meminta tambahan 5,9% untuk franchise fee di kisaran Rp 360-720 juta tergantung lokasi.

Dikurangi gaji karyawan, uang makan dan pajak, bisa terlihat bahwa memegang lisensi waralaba tidak semudah seperti kelihatannya.

2. Biaya bahan baku yang mahal

Untuk anda bisa tetap berbisnis, kebanyakan pemilik waralaba memaksa para pemegang lisensinya untuk membeli bahan baku dari pensuplai yang biasanya masih ada hubungan 'spesial' dengan si pemilik waralaba. Biasanya, harga yang ditetapkan oleh pensuplai ini lebih tinggi ketimbang harga pasar.

Bahkan, beberapa pemilik waralaba makanan cepat saji mematok 5-10% lebih tinggi dari harga pasar untuk produk-produk seperti sayuran, tomat atau bahan baku lainnya. Padahal, sayuran tetap sayuran yang harganya biasanya hampir sama, tapi ini menjadi salah satu cara lain si pemilik waralaba menggenjot laba.

Jangan sekali-sekali anda membatalkan pesanan bahan baku dari si pemilik waralaba, karena bukan tidak mungkin ia kan memutus kontrak anda di tengah jalan sehingga anda tak lagi bisa berbisnis.

3. Minimnya pendanaan

Kebanyakan pemegang lisensi waralaba tidak punya akses ke pendanaan yang baik. Jadi, jika butuh tambahan modal, kebanyakan pemegang lisensi waralaba harus merogoh koceknya sendiri. Bisa dibilang, pemegang lisensi waralaba bergantung pada diri sendiri.

Beberapa pemilik waralaba mengetahui hal ini dengan baik sehingga memberikan opsi cicilan untuk franchise fee, modal awal, bahan baku dan peralatan untuk memulai waralaba. Situasi seperti ini biasanya lebih menarik para calon pemegang lisensi waralaba.

4. Minimnya kontrol lokasi

Beberapa waralaba punya aturan untuk tidak terlalu banyak membuka tokonya di sebuah kota demi menghindari saturasi pasar dan omzet yang anjlok. Akan tetapi banyak juga waralaba yang membuka toko sebanyak mungkin di sebuah kota demi menggenjot penjualan.

Itulah mengapa bukanlah sesuatu yang aneh jika anda melihat lima gerai McDonald dalam radius 8 km karena perusahaannya berusaha untuk meraup setiap uang yang ada di wilayah tersebut. Pemilik waralaba memang dapat untung banyak, tapi yang menderita adalah gerai si pemegang lisensi waralaba, karena tiap muncul satu waralaba di lokasi yang sama, maka omzetnya bisa turun sampai setengah.

5. Kurang kreatif

Sebauh waralaba biasanya mewajibkan keseragaman. Mulai dari dekorasi toko, papan reklame, produk yang ditawarkan sampai seragam pelayannya harus sama. Untuk orang yang menyukai kreatifitas, ini bisa membuat frustasi.

Jadi, jika anda yang terbiasa menjadi bos bagi diri sendiri, keseragaman ini mungkin cukup sulit dilakukan. Mungkin anda tidak cocok untuk berbisnis waralaba.

6. Pemilik waralaba kurang mengenal daerah baru

Anda pasti sering mendengar kalau kunci sukses dalam berbisnis adalah lokasi, lokasi, lokasi. Pasalnya, lokasi memang sangat mentukan sukses atau gagalnya sebuah bisnis.

Intinya, jika anda tidak bisa menemukan lokasi yang tepat untuk membuka waralaba, anda pasti akan kesulitan, karena si pemilik waralaba pun tidak bisa banyak membantu anda dalam menentukan lokasi.

Contohnya waralaba pizza. Anda tidak bisa dengan mudah membuka gerai pizza di sebuah daerah yang cukup ramai penduduk. Tetapi, anda juga harus perhatikan tingkat usia di lokasi tersebut.

Salah besar jika anda membuka gerai pizza di lingkungan ramai tapi isinya orang tua. Lebih baik anda cari lingkungan yang lebih sepi tapi isinya anak muda semua.

Riset seperti ini lah yang biasanya tak dimiliki oleh si pemilik waralaba. Si pemegang lisensi waralaba lah yang bertugas untuk melakukan riset ini sendirian tanpa bantuan kantor pusat.

Kesimpulan:

Menjalankan bisnis waralaba adalah sebuah keputusan serius yang harus dilaksanakan dengan hati-hati. Sebelum anda menyewa waralaba, banyak belajarlah mengenai perusahaan yang jadi target, begitu pula dengan produk dan lokasinya. Karena bahkan dengan produk dan lokasi yang baik, belum tentu anda bisa meraup laba. Jadi, pastikan adan tahu risikonya sebelum membuka waralaba.

Cara Menggaet Orang-orang Terbaik untuk Kerja Sama

Suhendra - detikfinance

Jakarta - Ada yang bilang keberhasilan atau kegagalan seseorang tergantung apa yang menjadi keputusannya. Termasuk diantaranya saat memutuskan untuk bekerjama dengan orang-orang terbaik yang bisa mendongkrak keberhasilan bisnis anda.

Berikut ini ulasan dari pakar marketing bisnis Tung Desem Waringin, Jumat (1/6/2012), kali ini menyoal kerjasama dengan orang-orang tebaik dalam berbisnis.

Untuk menjadi yang terdahsyat, Anda harus bekerjasama dengan yang terbaik. Dalam artikel ini saya akan menceritakan bagaimana caranya supaya orang yang terbaik mau bekerjasama dengan Anda, Semoga bermanfaat.

Siapa yang ingin tahu caranya bagaimana orang-orang terbaik di dunia mau bekerja sama dengan kita. Siapa kamu, kita tidak tahu mendadak ada orang terbaik di dunia tiba-tiba mau bekerja sama dengan kita. Siapa yang ingin tahu caranya?

Seperti ini yang saya lakukan, saya banyak sekali bekerja sama dengan yang terbaik di dunia. Misalnya saya bekerja sama dengan Anthony Robbins. Dia adalah number one success good, jadi apa yang saya lakukan untuk bisa mengundang dia? Saya jadi makelar.

Saya jual Indonesia, ini adalah sebuah ilmu yang saya ajarkan kalau Anda ingin bekerja sama dengan orang terbaik. Kemungkinan berhasilnya jauh lebih tinggi, Anda bisa dipercaya dan sebagainya.

Tapi kuncinya adalah Anda jual Indonesia, pada waktu saya meminta Anthony Robbins untuk datang ke Indonesia, dan mau mengadakan seminar dengan saya. Sewaktu itu saya ikut seminar dia, dan saya harus membayar senilai US$ 13.500.

Dan akhirnya saya jual satu-satunya properti saya. Saya lakukan itu karena ilmunya sangat dahsyat sekali, tetapi saya ingin sekali bertemu dengan dia. Dan apa yang saya lakukan, sangat susah sekali untuk bertemu dengan Anthony Robbins.

Dia memiliki tinggi 2.10 meter, bodyguard-nya juga dua meteran, motor tidak bisa, mobil juga tidak bisa. Akhirnya saya titip kartu nama kepada bodyguard-nya. Pada waktu itu kartu nama saya masih polos, di belakangnya saya tuliskan “Hai, Anthony please come to Indonesia.”

Indonesia 220.000.000 jiwa, lima persennya adalah orang kaya, kalau lima persen saja orang kaya berarti 11 milion all rich people, not like Singapura. Karena di Singapura hanya 3,5 million all rich people and do you know, many rich people from Singapore come from Indonesia.

Ini adalah Indonesia, sewaktu saya mengikuti seminarnya di Singapura saya jalan-jalan berdua dengan teman saya, Dan ada satu orang berkata, ini adalah gedung milik saya. Saya menanggapi “Waw Andakah yang punya apartemen ini? Lalu dia berkata, tidak bangunan ini milik saya...” wow its amazing!

Dalam hal ini ketika saya berbicara tentang Indonesia saya tuliskan Bali. Indonesia sebelah mana. Banyak orang tidak tahu Indonesia, sebelah mana Indonesia kalau Bali mereka banyak tahu.

Saya kasih kartu namanya tadi ke bodyguard-nya Anthony Robins, please give to Anthony Robbins. Kenapa tidak ada respon, kemudian saya beri lagi kali ini saya kasih kepada kepala bodyguard-nya. Hasilnya sama tidak ada respon juga.

Saya datangi ke hotelnya dan saya tanya kamar Anthony Robbins sebelah mana dan kamar nomor berapa. Dan orang hotel berkata kepada saya tidak boleh pak. Ya sudah kalau begitu saya titip kartu nama saya saja, dan saya bilang ini nasibnya dua ratus dua puluh juta orang tergantung kamu.

Kemudian saya bertemu dengan istrinya kembali lagi saya titip kan kartu nama saya, kemudian saya ketemu GM-nya saya titip juga, ketemu presiden directornya saya titip juga. Banyak sekali saya titip kartu nama, tetapi saya tidak pernah bertemu dengannya.

Di hari terakhir seminar setelah delapan setengah hari saya disana, di saat bubaran saya langsung pegang tangan dari Anthony Robbins, please give me 30 second. Body guardnya berkata go away, go away, Seorang Anthony Robbins sangat ramah dan dia berkata “whats up”.

Kemudian saya bilang give me 30 second , kemudian saya bilang saya “Tung Desem Waringin and I come from Indonesia.” Dia pun menjawab “ohh, I know you the one has give so many card is here.”

Kemudian saya berkata: “do you want some more?” Berarti kartu nama saya sampai dan berhasil memancing perhatian dia. Saya langsung ngomong “please come to Indonesia, they have 220 millio npeople," beruntung saya tidak ditanya apa hubungannya kamu dengan Indonesia yang 220 juta.

Kalau dia tanya seperti itu saya jawab “hubungannya baik-baik saja”. Dia tidak bertanya apa - apa dan langsung berkata “April goes to Bali. Yes I will did.” Dia mau ke Bali pada bulan April.

Kemudian mendadak di bulan Agustus dan dia mau mengadakan seminar di sini. Pada bulan Desember teman saya di Universitas 11 Maret melakukan razia orang Amerika, mereka membakar bendera Amerika, di kedutaan banyak orang melakukan aksi, tiba - tiba mendadak langsung batal dan di cancel.

Akan tetapi lumayan dia sudah mengenal saya pada akhirnya saya jadi exclusive, konsultannya bisa memasarkan dia disini, ketika tahun ini saya berhenti, dan mau berhenti pun dia kirim dari Asia Pasifik dan dari Australia datang ke saya, dan dia bilang “would you do it again”, mau tidak mau saya melakukan lagi, kenapa kok saya yang di perlakukan seperti itu? Karena saya punya satu yang namanya membuat nilai tambah, ketika bapak ibu bekerja dan tidak mempunyai nilai tambah, itu sangat susah sekali.

5 Kesalahan Umum Investor Pemula

Angga Aliya - detikfinance

Jakarta - Mempelajari sesuatu hal akan lebih mudah jika anda masih muda. Adanya kesalahan-kesalahan kecil dalam pembelajaran adalah hal yang wajar. Tapi, jika kesalahan ini berhubungan dengan uang, maka konsekuensinya akan besar.
Investor pemula yang biasanya masih muda tak hanya lebih mudah membuat kesalahan, tetapi juga mudah bangkit kembali dan mengambil hikmah dari kesalahannya di masa lalu. Akan tetapi, anda bisa jauh lebih sukses jika belajar dari kesalahan orang lain sambil menghindari kesalahan tersebut terjadi pada diri sendiri.
Seperti dikutip dari Investopedia, Selasa (10/1/2012), berikut adalah kesalahan-kesalahan umum yang biasa dilakukan investor muda. Semoga kesalahan ini bisa memberi pengetahuan untuk anda sehingga bisa menghindari hal tersebut:
1. Menunda-nunda rencana berinvestasi
Menunda-nunda sesuatu bukanlah hal yang baik, terutama dalam hal berinvestasi karena situasi pasar sangat cepat berubah. Waktu yang sangat tepat untuk mulai berinvestasi sangatlah sulit ditentukan. Setelah banyak melakukan riset, biasanya ide dan waktu untuk mulai berinvestasi suka muncul begitu saja.
Anda harus lebih siap untuk bertindak sebelum situasi pasar berbalik, sehingga anda tidak perlu tergantung pada situasi pasar. Biasanya, karena minim pengalaman, investor muda kadang tidak percaya diri dengan keputusannya dalam berinvestasi. Semakin lama menunda investasi, biasanya dua hal ini terjadi pada investor muda:
  • Keputusannya yang telat berujung pada harga yang lebih tinggi dari rata-rata. Contohnya pada investasi saham, saat harganya murah, investor muda biasanya ragu-ragu untuk membeli. Akan tetapi setelah harganya naik karena banyak orang membeli, si investor muda malah ikut-ikutan membeli. Padahal, dia akan lebih untung jika menjadi orang pertama yang membeli saham tersebut.
  • Investor akan mencari pengganti investasinya yang terlanjut dibeli. Melihat contoh yang sebelumnya, setelah investor muda membeli saham di harga yang mahal. Dia akan langsung mencari saham lain yang dikiranya bisa naik seperti saham sebelumnya tanpa melakukan riset terlebih dahulu. Investor menjadi ketakutan ia akan 'ketinggalan kereta' seperti sebelumnya. Padahal, belum tentu saham tersebut kinerjanya akan lebih baik.
2. Berspekulasi daripada berinvestasi
Seorang muda punya banyak kesempatan berinvestasi dalam hidupnya. Usianya yang masih dini biasanya berpengaruh pada risiko yang bisa dia ambil. Jadi, investor muda lebih sering mengambil investasi berisiko tinggi tapi dengan imbal hasil yang tinggi pula.

Mengapa begini, karena jika investor muda kehilangan banyak uang, ia masih punya banyak waktu untuk memulai kembali investasi dari awal. Jadi, jangan habiskan waktu muda hanya untuk berspekulasi, tapi segeralah berinvestasi.

Spekulasi biasanya dilakukan investor muda karena minim informasi atau tidak mengerti benar mengenai instrumen investasinya. Yang memisahkan antara berspekulasi dan berjudi hanyalah garis tipis, karena keduanya dilakukan tanpa mengetahui hasil yang pasti. Ini berbahaya, karena banyak investor senior yang bisa memanfaatkan kebodohan para investor muda seperti ini.

Daripada harus berspekulasi atau berjudi, investor muda sebaiknya melakukan banyak riset, atau mencari perusahaan berisiko tinggi tapi dengan potensi pendapatan yang jauh lebih tinggi untuk jangka panjang. Manfaatkan masa muda untuk mengambil risiko, karena hasilnya akan sepadan.

Sisi negatif dari berspekulasi juga bisa membuat trauma pada investor muda yang secara langsung akan mempengaruhi pengambilan keputusannya untuk jangka panjang.

3. Terlalu banyak menghamburkan uang
Berinvestasi dalam jumlah banyak bisa menjadi pisau bermata dua. Saat yang tepat untuk berinvetasi dalam jumlah cukup banyak adalah masa muda. Seperti disinggung tadi, jika investor muda menderita kerugian, ia punya banyak waktu untuk bangkit dan mulai berinvestasi kembali. Akan tetapi, mirip dengan berspekulasi, terlalu banyak menghabiskan uang tanpa informasi bisa menghancurkan portofolio.

4. Tidak banyak bertanya
Jika pasar saham sedang turun, investor muda biasa optimistis akan segera membaik dalam waktu dekat, tapi yang terjadi biasanya sebaliknya. Salah satu faktor penting dalam mengambil keputusan di situasi seperti ini adalah bertanya 'mengapa' atau 'kenapa', jangan cuma diam saja. Investor muda harus bisa mempertahankan dan mempertanggungjawabkan portofolionya dengan baik.
Jangan malu atau gengsi meminta masukan dari investor senior karena mereka tahu lebih banyak mengenai apa yang terjadi di pasar. Jangan sampai investor muda mengambil keputusan yang buruk di tengah situasi pasar yang tak pasti.

5. Tidak berinvestasi
Seperti disebutkan sebelumnya, investor punya kelebihan untuk melihat imbal hasil tinggi di tengah tingginya risiko secara jangka panjang. Semakin muda, semakin jangka panjang kesempatan yang dimiliki, sehingga risiko yang tinggi bisa dilewati saat masih muda.
Kebiasan buruk anak muda juga biasanya kurang berpengalaman memegang uang. Mereka pikir uang tersebut harus dihabiskan saat itu juga, tanpa melihat jangka panjang. Menghambur-hamburkan uang tanpa memikirkan tabungan atau simpanan hari tua bisa merugikan diri sendiri.

Kesimpulan:
Investor muda harus memanfaatkan masa mudanya untuk mencari pengalaman sebanyak-banyaknya sambil mengambil risiko. Banyak belajar mengenai instrumen investasi sejak dini bisa banyak menolong anda dalam merancang portofolio yang solid. Memang ada banyak risiko menanti mereka yang masih hijau. Tapi, setidaknya risiko dan kesalahan-kesalahan tersebut bisa membantu investor muda mengukir pengalaman yang berharga.

Perhatikan 8 Hal Ini Sebelum Stop Bekerja dan Mulai Usaha Sendiri

Angga Aliya - detikfinance

Jakarta - Anda memimpikan untuk bekerja di rumah, tanpa mengganti baju tidur sambil minum kopi di meja kerja sebelah kasur atau apapun alasannya? Anda tidak sendiri, banyak orang mendambakan bekerja tanpa harus keluar dari rumah tetapi tetap menghasilkan uang.

Sepertinya memang menyenangkan, tapi butuh kerja keras dan dedikasi tinggi. Jika anda serius untuk menjadi bos bagi diri sendiri dan bisa menentukan tempat bekerja yang sesuai keinginan anda, berikut ini ada beberapa tips dikutip dari Financial Edge, Kamis (11/1/2012).

1. Analisa Situasi Keuangan Anda

Langkah terpenting dalam memulai usaha sendiri adalah mengetahui pemasukan dan pengeluaran anda setiap bulan. Termasuk untuk apa dan bagaimana pengeluaran dan pendapatan tersebut didapat. Perusahaan anda layak mendapatkan semua itu sejak awal dibangun.

Hitunglah seluruh keuangan anda dengan baik, tak hanya keuangan pribadi tapi juga perkiraan biaya yang diperlukan untuk membuka usaha sendiri tersebut. Berapa banyak uang yang diperlukan untuk memulai? Berapa biaya operasinya setelah satu minggu berjalan? Dengan angka-angka ini di tangan, kemampuan finansial anda akan terlihat dengan jelas.

2. Perhatikan Stabilitas dan Disiplin Diri Sendiri

Uang bukan hanya faktor utama dalam menjalankan bisnis sendiri. Anda juga harus tahu bagaimana bertindak dan disiplin menjadi seorang bos bagi diri sendiri. Lihat beberapa poin di bawah ini:

Tingkat emosi: Apakah anda mudah marah atau panik? Apa anda sulit berpikir saat ada masalah? Bagaimana sikap anda menghadapi tekanan kerja?
Faktor pendukung: Apakah anda mendapat dukungan dari keluarga dan teman dekat? Apakah anda punya seseorang yang mahir dalam bisnis, seseorang yang bisa dimintai bantuan dalam mengambil keputusan dan meminta masukan?
Keahlian manajemen: Apakah anda terlalu bekerja keras? Anda terbiasa kerja dengan tenggat waktu? Bisa memimpin organisasi?

Menjadi bos bagi diri sendiri berarti anda harus benar-benar menghargai waktu, uang dan proyek.

3. Rancang Rencana Kerja

Jika anda menjadi bos, berarti anda akan punya karyawan, jadi bagaimana rencana kerjanya nanti? Jangan tentukan rencana kerja setengah hati karena ini merupakan bisnis yang akan menjadi penopang hidup anda.

Misalkan anda berniat menjadi konsultan bisnis, jangan hanya berhenti sampai di situ. Tentukan juga konsultan bisnis di sektor industri apa anda akan bergerak. Sekalian tentukan juga siapa klien-klien potensial anda.

4. Mulailah Bekerja Paruh Waktu

Biasanya butuh beberapa bulan untuk benar-benar mulai menjalankan bisnis sendiri secara penuh. Untuk memulainya, anda bisa lakukan dengan cara paruh waktu. Sebagian besar waktu anda lakukan dengan bekerja di kantor yang sekarang anda punya. Akhir pekan tiba, jalankan bisnis pribadi anda tersebut.

Mengapa harus perlahan-lahan? Kenapa tidak langsung fokus sekaligus? Alasannya, mencari klien tidak semudah yang anda bayangkan, perlu banyak waktu dan tenaga. Bahkan, waktu kerja anda tidak akan terlalu padat saat awal memulai bisnis, jadi untuk apa menghabiskan banyak waktu kalau anda punya pekerjaan yang lebih penting.

Tunggu sampai benar-benar klien dan keuangan anda siap dikerjakan secara total. Sementara ini lakukan dua pekerjaan sekaligus dulu. Memang anda akan lebih sibuk, tapi ini akan membantu anda dalam mengatur manajemen waktu.

5. Jalankan Masa Transisi

Ketika jumlah klien sudah mulai banyak, keinginan untuk bekerja di rumah akan semakin besar. Pada titik ini, anda memasuki masa transisi yang sangat penting.

Jika memungkinkan, mintalah pada bos anda saat ini untuk mengurangi jam kerja anda, sehingga bisa lebih fokus ke bisnis pribadi. Jika tidak memungkinkan, maka anda harus bekerja lebih keras. Dari sisi keuangan, semakin anda berhemat maka semakin baik untuk bisnis.

6. Siapkan 'Kantor'

Segera setelah semua elemen siap, anda sudah menjadi sebuah entitas bisnis yang legal. Urus semua urusan administrasi untuk keperluan pembentukan perusahaan supaya tidak ada aspek hukum yang bisa mengganjal anda di kemudian hari. Mintalah bantuan profesional untuk mengurus semua ini.

Anda harus segera mengakhiri masa transisi ini dengan menentukan pilihan, apakah anda sudah siap mengerjakan bisnis pribadi atau masih ingin jadi karyawan? Semakin cepat masa transisi ini terselesaikan maka semakin cepat pula bisnis anda dimulai.

7. Jangan Putus Hubungan

Ketika sudah saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal kepada perusahaan tempat anda bekerja selama ini, lakukan secara profesional. Beberapa rekan kerja anda di tempat yang lama kemungkinan bisa membantu bisnis anda ke depan. Jangan sampai putus hubungan hanya karena anda keluar dari pekerjaan saat ini.

8. Pastikan Pekerjaan Terus Mengalir

Kunci kesuksesan sebuah bisnis adalah memastikan pekerjaan terus mengalir. Atur semua jadwal pekerjaan yang paling baru paling utama, sehingga tidak ada pekerjaan yang tertinggal. Kini, semua tergantung anda sendiri, mulai dari mencari klien sampai mendapat pemasukan setiap akhir bulan.

6 Tips Hidup Bebas Utang

Angga Aliya - detikfinance

Jakarta - Berhemat dalam menjalankan hidup sepertinya sangat sulit dalam dilakukan. Sayangnya, hanya itu obat yang perlu disuntikkan jika kondisi finansial anda tidak sehat karena terlalu banyak dalam berutang.

Ada dua macam orang yang punya utang. Pertama, mereka yang sudah terbiasa bergantung pada utang di kehidupan sehari-harinya. Kedua, mereka yang mengutang untuk membeli rumah, bisnis, atau alasan lain tapi akhirnya tak mampu membayar akibat kesulitan keuangan.

Satu hal yang sama dari keduanya adalah, mereka sama-sama ingin bisa keluar dari jeratan utangnya sesegera mungkin. Pasalnya, utang itu seperti elang yang sedang terbang rendah mencari mangsa, anda tidak akan pernah tahu kapan elang itu menerkam.

Menurut penyair terkenal asal Amerika Serikat (AS) Ogden Nash, "Utang itu menarik ketika pertama kali didapat, tapi menjadi menyebalkan saat ingin menyingkirkannya."

Anda tidak bisa menyingkirkan tagihan-tagihan utang begitu saja, caranya harus dimulai dengan mengubah gaya hidup anda dan menganggap bahwa setiap satu rupiah itu berharga sekali.

Meski mengubah gaya hidup tidak semudah kelihatannya, tapi hal ini harus dilakukan, dipaksakan kalau bisa, demi menyelamatkan hidup anda secara perlahan-lahan.

Seperti dikutip dari Financial Highway, Jumat (19/1/2012), enam tips di bawah ini bisa membantu anda mengubah gaya hidup dan mulai berhemat hingga terbebas dari utang.

1. Pisahkan antara 'kebutuhan' dan 'keinginan'

Anda harus mampu memisahkan antara kebutuhan dan keigninan. Pasti anda punya banyak barang-barang di rumah yang dibeli hanya karena ingin, karena sebetulnya tidak benar-benar butuh. Sebelum membeli sesuatu, pelajari dengan seksama produk tersebut. Jika anda pikir kebutuhannya mendesak, barulah anda keluarkan rupiah. Jika ternyata hanya ingin beli, anda bisa menunggu sampai terbebas dari utang terlebih dahulu.

2. Ubah kebiasaan belanja

Manusia mudah tergoda untuk membeli sesuatu. Kebiasaan buruk ini biasanya lebih banyak diderita oleh wanita, karena wanita lebih sering berbelanja barang yang tidak sesuai dengan rencana awal. Anda bisa menghindari kejadian seperti ini dengan mencatat barang yang anda butuhkan dan jangan tergoda untuk keluar melanggar catatan tersebut.

3. Berhati-hati dalam belanja bulanan

Semakin minim waktu yang anda habiskan di supermarket semakin baik, karena barang belanjaan pun semakin minim. Jangan pernah membawa anak kecil saat belanja bulanan, karena selain anak kecil suka minta barang yang aneh-aneh, waktu yang anda habiskan di supermarket juga jadi lebih lama.

Ambil barang-barang yang anda butuhkan dengan cepat, tapi jangan lupa cek masa kadaluarsanya sekali lagi. Dengan sering berbelanja di tempat yang sama biasanya ada bagusnya, karena anda bisa mendapatkan potongan harga atau bonus.

4. Selalu bayar tagihan tepat waktu

Selalu bayar semua tagihan, termasuk utang tepat waktu. Karena selain menunda-nunda itu tidak baik, anda juga akan terkena tambahan bunga jika telat membayar. Jika memungkinkan, minta bank anda secara otomatis membayar tagihan melalui rekening.

Berhematlah dalam pemakaian energi, seperti listrik, BBM dan gas supaya tagihannya tidak terlalu besar. Ketika ingin menarik uang dari ATM, cari mesin yang tidak memotong biaya transaksi.

5. Hentikan kebiasaan bayar minimal batas utang

Kebanyakan bank mematok pembayaran utang minimum per bulan berkisar antara 2-5% dari total. Jangan termakan umpan yang diberikan bank tersebut, karena dengan cara itu anda akan terjebak membayar utang dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Semakin lama anda berutang kepada bank, semakin banyak uang yang harus anda keluarkan. Jangan biarkan kebiasaan ini menguasai anda. Bayarlah utang semampu mungkin tanpa harus membebani pengeluaran bulanan lainnya.

6. Potong anggaran hiburan

Jangan sering nongkrong dengan teman yang kerjaannya hanya berhura-hura setiap malam. Anda harus ingat, bersenang-senang itu tidak gratis. Hindari membeli sarapan dan kopi di kantin untuk sarapan jika memang anda bisa menyiapkannya di rumah sebelum berangkat.

Lebih jauh lagi, jika anda penggemar film, anda bisa menontonnya di hari-hari kerja saat malam hari, yang biasanya lebih murah ketimbang di akhir pekan. Hidup bebas dari utang itu hanya masalah mengubah gaya hidup. Semakin cepat anda mengikuti beberapa tips di atas, semakin cepat anda bisa terbebas dari utang.

Berbisnis pun Butuh Cinta

Angga Aliya - detikfinance

Jakarta - All you need is love, love; love is all you need. Demikianlah sepenggal lirik lagu dari The Beatles. Grup band asal Inggris itu memang bukan konsultan bisnis saat menyanyikan lagu tersebut. Tapi liriknya bisa Anda terapkan untuk menjalankan bisnis.

Memang cinta itu selalu dibutuhkan di mana-mana, tak terkecuali di sebuah bisnis. Sebuah bisnis bisa berjalan lancar dan berkembang pesat jika ada cinta di dalamnya. Di hari kasih sayang ini, marilah kita melihat apa yang bisa cinta lakukan terhadap bisnis, seperti dikutip dari ABC News, Selasa (13/21/2012).

1. Cintai profesi anda

Jika anda punya hasrat dalam apa yang anda kerjakan, dan benar-benar menghargai setiap hal yang anda lakukan, maka profesi yang anda pilih bisa berkembang dengan baik. Anda akan memberikan energi positif, antusiasme dan kasih sayang kepada bisnis yang anda tekuni.

Semuanya akan membawa anda menghadapi semua cobaan yang bisa terjadi di perjalanan karir anda, mulai dari laporan yang menggunung sampai batalnya kesepakatan bisnis. Anda juga akan merasa termotivasi meski sedang menghadapi kegagalan, karena anda mencintai pekerjaan anda.

2. Cintai pelanggan anda

Tanpa pelanggan, anda tidak akan punya bisnis, tapi banyak dari kita yang tidak benar-benar mencintai para konsumen tersebut. Janganlah sering mengganggu mereka dengan sering bertanya apa yang mereka mau atau yang mereka butuhkan. Pada bulan penuh cinta ini, cari cara untuk bisa mengerti kebutuhan mereka tanpa berkomunikasi langsung.

3. Cintai karyawan anda

Bukan, maksudnya bukan anda harus mempunyai hubungan spesial antara bos dan karyawan, tapi cintailah mereka dengan cara menghormati, memperlakukan secara adil, menghargai kontirbusinya, biarkan mereka punya inisiatif, dan beri ucapan terima kasih setelah mereka bekerja keras.

Dengan kondisi ekonomi dunia yang masih krisis, para karyawan anda harus bekerja lebih keras lagi untuk menangkap semua kesempatan yang ada, jangan sampai mereka kehilangan pekerjaan di masa seperti ini.

Menghormati karyawan tidak perlu dengan memberikan kenaikkan gaji atau bonus (meski itu akan lebih baik jika memungkinkan untuk dilakukan), cukup perlakukan mereka dengan adil itu lebih penting.

4. Cintai atasan anda

Jika anda tidak punya bisnis, tapi merupakan seorang karyawan di sebuah perusahaan, cobalah perbaiki hubungan antara anda dengan atasan. Apalagi jika perusahaan anda tidak besar, hubungan antara karyawan dan atasan sangat penting.

Bos anda mungkin lebih pusing karena harus memikirkan kelangsungan hidup perusahaan apalagi di masa krisis seperti sekarang ini. Bersikaplah lebih suportif, fleksibel dan energik terhadap pergerakan perusahaan. Kerahkan segala daya dan upaya supaya perusahaan anda tetap berkembang.

5. Cintai retailer, distributor dan tenaga penjual anda

Mereka inilah yang menjadi ujung tombak bisnis anda, mereka lah yang membawa produk anda ke hadapan pelanggan. Memang benar, kadang mereka bisa membuat anda frustasi (saat tidak bisa menjual lebih banyak barang). Terus beri mereka motivasi, dan bonus jika berhasil menembus target. Beri mereka arahan menuju sukses.

6. Cintai bankir anda

Jika anda ingin bankir mencintai anda (percayalah, anda pasti ingin), maka anda harus bisa membuat mereka mengerti mengenai apa yang terjadi di bisnis anda. Tetaplah berkomunikasi, beritahu mereka mengenai rencana bisnis sekaligus situasi keuangan anda.

Jadilah nasabah favorit di bank anda, walaupun anda cuma punya simpanan yang kecil. Dengan dipercaya oleh mereka, kesempatan untuk meminjam uang akan lebih mudah.

7. Cintai suplier anda

Suplier dengan tata cara pembayaran yang teratur sangatlah penting dalam pertumbuhan bisnis. Aturlah tata cara pembayaran dan pengiriman yang menguntungkan untuk kedua belah pihak. Jika anda mencintai mereka, maka mereka pasti akan mencintai anda.

Janganlah ditutup-tutupi jika anda sedang mengalami masalah keuangan, sehingga mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi. Biarkan mereka tahu perkembangan perusahaan anda sehingga mereka tak segan berbisnis dengan anda.

8. Cintai masa depan

Memang benar kita masih hidup dan berbisnis di masa kini, masa saat krisis Eropa dan Amerika Serikat (AS), tapi untuk Asia masih bisa bernafas lega karena ekonomi masih berkembang. Maka dari itu, kita lah yang akan mengubah dunia, melalui berbagai bisnis yang kita lakukan, dan yang kita perlukan hanyalah cinta.

Ini Dia 8 Tips Memulai Usaha Tanpa Modal

Metta Pranata - detikfinance


Jakarta - Merintis bisnis sebenarnya tidak susah-susah amat. Siapa pun bisa, bahkan tanpa uang sepeser pun. Justru, mempertahankan bisnis itu yang paling susah dan paling penting. Banyak bisnis gagal di tengah jalan gara-gara persiapan dan eksekusi kurang matang.

Kerjakan dulu pekerjaan rumah Anda sebelum mulai berbisnis. Anda wajib tahu siapa saja dan apa yang dibutuhkan pelanggan, termasuk keunikan bisnis Anda dibanding kompetitor. Jika Anda pikir sudah punya jawaban atas ketiga pertanyaan ini, berarti Anda sudah bisa mulai usaha.

Paling penting, jika produk Anda niche, maka perusahaan investasi dan investor individual akan bermurah hati menginvestasikan uang mereka pada bisnis Anda. Jika Anda termasuk orang yang punya ide inovatif tapi tak punya modal, simak beberapa tips berikut ini yang dilansir dari CIOL.com (30/5/2012):

1. Pinjam uang
Teman yang ada ketika sedang dibutuhkan, inilah teman sejati. Pernah dengar kalimat seperti ini? Nah, pinjam uang dari teman dan jelaskan padanya mengenai potensi produk yang akan Anda luncurkan. Yakinkan dia seberapa besar profit yang bisa Anda dapatkan dari produk niche brilian itu. Tapi jangan terlalu membual, jelaskan dengan perhitungan yang masuk akal. Selain teman, Anda juga bisa meminjam uang dari kerabat keluarga.

2. Sewa tempat

Pernah dengan istilah SOHO? Artinya, small office home office. Jadi Anda tidak perlu pusing sewa tempat lagi untuk ruangan kantor. Kalau Anda punya sisa ruang di rumah, ubahlah jadi ruang kantor.

3. Cari rekanan
Cari rekan kerja dari lingkaran teman-teman atau saudara Anda yang mau berinvestasi ke dalam bisnis Anda. Mungkin ini bisa meringankan beban sekaligus menolong Anda mendapatkan ide-ide baru. Mungkin juga, Anda dan rekan bisa menciptakan keajaiban baru.

4. Pekerjakan staf dengan sistem bagi hasil
Tidak ada salahnya mempekerjakan orang dengan sistem bagi hasil. Anda bisa menghemat banyak uang dan mereka akan mendukung penuh bisnis Anda.

5. Buat website
Google menawarkan website gratis bagi usaha kecil menengah. Jadi Anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk menciptakan dan merancang sebuah website. Website bisnis bisa menggaet banyak pelanggan baru. Copy dan paste URL website ke akun jejaring sosial pribadi Anda, lalu minta bantuan teman-teman untuk mempromosikan ke kenalan mereka. Kemungkinan Anda menjaring pelanggan potensial sangat besar.

6. Fokus
Jika bisnis Anda tidak langsung menghasilkan profit (sebagian besar memang tidak), fokuslah untuk terus memperbaiki bisnis Anda dan cari tahu apakah ada yang salah.

7. Cari pekerjaan paruh waktu
Biasanya Anda akan menghadapi banyak tantangan dalam mengumpulkan modal. Jadi kalau Anda ada waktu atau kesempatan bekerja paruh waktu, ambil saja. Investasikan separuh gaji ke bisnis Anda.

8. Negosiasikan segalanya
Semuanya bisa dinegosiasi. Jadi, negosiasikan dengan bank-bank untuk membantu pemodalan bisnis Anda. Banyak bank di luar sana yang mau meminjamkan pinjaman bebas kolateral bagi start-up dan UKM. Yakinkan bank mengenai kehebatan dan potensi produk Anda.